Showing posts with label Pelabuhan. Show all posts
Showing posts with label Pelabuhan. Show all posts

Tuesday, 24 May 2016

Sambut Bulan Suci Pelindo IV dan Pemrov Sulsel Bakal Gelar Pasar Murah Diskon 6,77%

MAKASSAR -- PT Pelabuhan Indonesia 4 (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana menggelar Pasar Murah Ramadan 2016 dengan membagikan sekitar 13.500 paket sembako di sejumlah titik di beberapa daerah di sulsel.

"Penyebaran sembako ada di kota makassar dan beberapa titik di daera sulsel," ucapa Humas Pelindo IV Anna Maryani Selasa (24/5/16).

Kata dia ada lima titik pasar murah di Kota Makassar, sembako murah yang akan dibagikan sebanyak 5.500 paket, sementara untuk delapan titik di Sulsel akan dibagikan masing-masing 1.000 paket, dengan harga sebesar Rp81.150 per paket setelah mendapat subsidi 67,77% dari harga yang sebenarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulsel, Hadi Basalamah saat mengunjungi Pelindo IV,mengatakan pasar murah yang akan diadakan tahun ini dipastikan berbeda dengan yang telah digelar tahun-tahun sebelumnya

Kata dia dalam Pasar Murah Ramadan yang digelar tahun lalu, paket sembako yang dibagikan khusus kepada masyarakat berpenghasilan rendah ini hanya diberi diskon harga sekitar 50%. "Tahun ini diskon harga untuk paket sembako yang dibagikan lebih besar, yaitu 67,77%," ucapnya.

Dari segi jumlah paket dan titik penyebaran sembako, tahun ini akan berbeda dari tahun sebelumnya. Pastinya, tahun ini paket sembako yang akan dibagikan jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya.

"Dalam satu paket, isinya ada beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, mentega, susu kental manis, mie instan, sirup dan biskuit," ujarnya.

Hadi mengungkapkan, Pasar Murah Ramadan 2016 yang akan digelar di Pelabuhan Paotere, Makassar dengan penanggung jawab PT Pelindo IV ini rencananya dihadiri oleh Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan Menteri BUMN Rini M. Soemarno.

Adapun, Pasar Murah Ramadan yang rencana diadakan pada 8 dan 15 Juni dan melibatkan sejumlah pihak di antaranya BUMN, Bank Indonesia Wilayah Sulselbar, OJK Region Sulawesi, perbankan di Sulsel, instansi terkait, Kadin Sulsel, KPPU Sulsel dan beberapa distributor ini juga akan menyentuh lima titik di dalam Kota Makassar, yaitu di Kecamatan Makassar, Tamalate, Tallo, Tamalanrea dan Kecamatan Mariso.

Sedangkan untuk di wilayah Sulsel, kegiatan yang telah menjadi agenda tetap tahunan ini juga akan digelar di Kota Parepare dan Palopo, di Kabupaten Maros, Pangkep, Bone, Jeneponto, Bulukumba dan Pinrang.

Dia menambahkan, kegiatan ini juga sebagai upaya dalam hal pengendalian inflasi, sehingga diharapkan inflasi pada Juni dan Juli nanti akan turun dengan adanya Pasar Murah Ramadan 2016. "Diharapkan juga, kegiatan ini bisa menyentuh langsung masyarakat berpenghasilan rendah," tandasnya.‎ (rys)

Wednesday, 20 April 2016

Triwulan I Pelindo IV Salurkan Dana PKLB Sebesar 1,4 M

MAKASSAR -- Pelindo IV sebagai perusahaan pengelola pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) selalu menyisihkan dana perusahaan untuk anggaran Program Kesejahteraan dan Bina Lingkungan (PKBL).Hal tersebut Sebagai wujud kepedulian terhadap pertumbuhan ekonomi mikro serta kondisi sosial lingkungan sekitar.

ASP Bidang PKBL PT Pelindo IV Marwah mengatakan, sampai dengan Triwulan I dari Januari hingga Maret 2016 PT Pelindo IV telah menyalurkan dan Program Kesejahteraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp 1,4 miliar.

Sampai sekarang total dana PKBL yang sudah di salurkan Pelindo IV Sebesar 1.412.500.000, dengan rincian Dana Bina Lingkungan sebesar 912.5 juta dan Dana Kemitraan sebesar 500 juta," ungkap Marwah, Rabu (20/4/16).

Adapun bentuk program penyaluran dana tersebut kata Marwah yaitu Dana Kemitraan disalurkan untuk mendukung pertumbuhan Sektor Usaha Industri, Jasa, Perdagangan, Pertanian, Perikanan, dll. Sedangkan Dana Bina Lingkungan disalurkan untuk bantuan pendidikan dan pelatihan, pembangunan sarana ibadah, pelestarian alam, pengembangan sarana dan prasarana umum, peningkatan kesehatan, dan bantuan korban bencana alam.

"Dana Bina Lingkungan, paling dominan disalurkan untuk bantuan pendidikan, pengembangan sarana dan prasarana umum, serta sarana ibadah, sedangkan Dana Kemitraan, lebih dominan disalurkan untuk pengembagan usaha mikro sektor industri, perdagangan dan jasa," tutur Marwah.

Adapun, Program Bina Lingkungan tahun ini bakal terjabarkan dalam Program Pelindo IV Peduli Kota, Peduli Pesisir dan beberapa kegiatan lainnya. Untuk Program Pelindo IV Peduli Kota, antara lain diwujudkan dalam kegiatan pertukaran siswa, perbaikan posyandu, mobil dan motor sampah, serta penataan kanal kota. Sedangkan Program Pelindo IV Peduli Pesisir, yaitu antara lain dalam bentuk kegiatan bantuan pelatihan untuk guru-guru pulau, bantuan beasiswa bagi siswa berprestasi, pembelian bibit Mangrove dan pembangunan taman baca di pulau-pulau.

Sementara itu, Program Pelindo IV lainnya yang juga akan dilaksanakan dalam tahun ini, antara lain bantuan untuk GKI Sion Mapura Tanah Papua, Pelindo IV Berbagi Sembako, perbaikan jalan di daerah terpencil dan pembuatan MCK di Boalemo, Gorontalo.

Monday, 18 April 2016

Kunjungan Kapal di Pelabuhan Makassar Capai 1.408 Call Pada Triwulan I

MAKASSAR -- Tercatat realisasi arus kunjungan kapal selama triwulan pertama dari Januari - Maret 2016 di pelindo IV Cabang Makassar sebesar 1.408 call atau setara 7.343.565 Gross Tonage (GT) dengan tingkat penyerapan sebesar 26,88 persen.

Asmen Humas dan Hukum Pelindo IV Makassar mengatakan realisasi kunjungan kapal yang di kelola Pelindo IV Cabang Makassar pada Triwulan I ini meningkat dibandingkan pada priode yang sama pada tahun 2015.

"Pada triwulan I di tahun 2015 jumlah kunjungan kapal di Pelindo Makassar mencapai 1.289 call atau setara 6.555.894 GT naik menjadi 1.408 call do semester pertama ini," ungkapnya, Senin, (18/4/16).

Dari data pelindo IV Cabang Makassar tercacat jumlah arus kunjungan kapal tersebut masih didominasi kapal dalam negeri (berbendera Indonesia) yaitu sebesar 1.355 call atau setara 6.587.527 GT. Sedangkan jumlah arus kunjungan kapal luar negeri (berbendera asing) hanya tercatat sebesar 53 call atau setara 756.038. 

Dilihat dari jenis kapal, peningkatan juga terjadi pada arus kapal barang sepanjang Januari hingga Maret 2016 melalui pelabuhan Makassar sebanyak 755 call atau setara 1.917.571 GT terjadi peningkatan yang sebelumnya hanya mencapai 672 call atau 1.627.611 GT pada periode yang sama di tahun 2015.

Peningkatan juga terjadi pada jenis kapal Peti Kemas, yaitu selama januari hingga Maret 2016 sebesar tercatat sebesar 377 call atau setara 1.917.571 GT , dibanding pada periode yang sama di tahun 2015 yang hanya mencapai 334 call atau setara 2.355.269 GT.

Thursday, 14 April 2016

Ini Dia Capaian Pelabuhan Makassar Selama Triwulan I

MAKASSAR -- Pelindo IV Cabang Makassar mencatat realisasi arus barang perdagangan di melalui Pelabuhan Makassar mencapai 958,497 ton di triwulan pertama dari Januari -Maret 2016.

Asmen Humas Dan Hukum Pelindo IV Cabang Makassar, Erisanty mengatakan, tingkat penyerapan pada triwulan pertama, arus perdagangan ekspor impor termasuk perdagangan dalam negeri naik sebesar 22 persen dibandingkan pada priode yang sama di tahun 2015.

"Tercatat Pada triwulan I tahun 2015  realisasi arus perdagangan barang di Pelabuhan Makassar mencapai 825.902 ton naik menjadi 958,497 ton di tahun ini," ungkap Erisanty, Kamis, (14/4/16).

Dari data pelindo IV Cabang Makassar tercatat arus perdagangan barang luar negeri (ekspor impor) pada triwulan I mencapai 361.082 ton, dengan rincian Impor sebesar 340.683 ton sedangkan ekspor sebesar 20.399 ton.

Sementara untuk arus perdagangan dalam negeri pada triwulan I  tercatat 597.415 ton di mana barang yang dibongkar mencapai 253.533 ton sedangkan barang yang dimuat mencapai 343.882 ton.

Dilihat dari jenis kemasan barang perdagangan, realisasi arus barang di triwulan pertama ini masing-masing yaitu General Cargo mencapai 95.103 ton Bag Cargo sebesar 74.46 ton, Curah Kering sebesar 593.965 ton lain lain 5.259 ton

Sedangkan khusus peti kemas pada triwulan pertama kata Erisanty menambahkan, Realisasi arus petikemas perdagangan dalam negeri di Pelabuhan Makassar sudah mencapai 16.560 ton atau setara 2.026 TEUs. "Pada triwulan pertama tahun 2015 arus petikemas di pelabuhan makassar mencapi 13,110 ton naik menjadi 16,560 ton di tahun ini," katanya.

Sebelumnya General Manajer Pelindo IV Cabang Makassar Riman S Duyo mengatakan untuk mendukung tren kontainerisasi di pelabuhannya, sejumlah peralatan bongkar muat harus segera ditambah. Saat ini kata Riman alat bongkar muat di pelabuhan seperti Kren hanya 4 unit dibandingkan di Singapura yang sudah berjumlah 113 unit.

"Pertumbuhan arus peti kemas melalui pelabuhan makassar telah menarik banyak minat perusahaan pelayaran internasional, untuk itu infrastruktur harus diperbaiki, kalau infrastruktur kita di pelabuhan masih minim, maka investor enggan masuk," cetusnya.

Sejauh ini, kata Riman sudah ada operator pelayaran peti kemas Internasional yang menyinggahi Pelabuhan Makassar untuk melakukan ekspor langsung kenegara tujuan (direkt call) secara berkelanjutan setiap minggunya.

Tuesday, 12 April 2016

Ada Indikasi Korupsi di Proyek Pelabuhan Awerangi Barru

MAKASSAR-- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, menyebutkan proyek pembangunan penambahan pelabuhan Awerangi, di Kabupaten Barru tahun 2013, terindikasi korupsi.

Koordinator Bidang Pidana Khusus Kejati Sulselbar, Noer Adi mengatakan, Proyek pembangunan pelabuhan yang dibangun dengan menggunakan anggaran APBN tahun 2013, melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp6 miliar. "Kita tinggal tunggu hasil dari ahli," kata Noer Adi, Selasa (12/4/16).

Noer Menuturkan, hasil audit fisik dari dari Dinas Tata Ruang dan Pembagunan (Distarkim) Pemprov Sulsel akan diketahui apakah proyek pembangunan pelabuhan tersebut sudah sesuai bestek dan volumenya. Seperti yang tertuang dalam kontrak kerja atau tidak.

"Tapi kita yakin, kalau proyek itu tidak dikerjakan sesuai besteknya. Tapi, apakah proyek itu tidak sesuai bestek dan volumenya, biar ahli yang menghitung bobot pekerjaan fisiknya. Kita belum bisa berandai-andai dulu, biar ahli yang menghitungnya," terangnya.

Monday, 11 April 2016

Sulsel Pilot Project Poros Maritim

MAKASSAR -- Sulawesi Selatan dengan panjang pantai hampir 2.000 kilometer persegi dan memiliki 362 pulau kecil, dengan potensi itu Sulsel mampu menjadi hub poros maritim di wilayah timur. 

"Sulsel sangat potensial menjadi pilot project poros maritim di indonesia bagian timur," kata Abdul Rivai Ras Selaku pengamat kemaritiman, Sabtu (9/4/16).

Dari segi sejarah kata dia, Sulsel juga pernah menjadi pelabuhan internasional yang dikembangkan Belanda untuk transit rempah dari Maluku dan sekitarnya, untuk dibawa ke Eropa.  "Kapal Pinisi bisa menjadi ikon untuk membangkitkan kembali kekuatan laut di wilayah timur, terutama di Sulsel," kata Rivai.

kata rivai untuk mewujudkan itu poros maritim dunia harus dimulai dari daerah. “Pemerintah daerah harus punya konsep tata ruang yang baik untuk membangun budaya maritim, memelihara sumber daya maritim, mengembangkan konektivitas laut, dan pertahanan maritim.

Rivai menjelaskan, ada lima pilar kemaritiman yang menjadi titik fokus pemerintah daerah dalam mewujudkan daerahnya menjadi poros maritim. Kelima pilar itu antara lain, membangun budaya maritim, membangun sumber daya laut, pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarpulau, meningkatkan diplomasi maritim, serta memperkuat pertahanan maritim.

Untuk itu kata Rivai pemerintah daerah harus komitmen menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun Infrastruktur dan pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama.

"Pemerintah daerah harus fokus pada pengembangan sektor maritim, membangun infrastruktur laut seperti pelabuhan, dan bongkar muat sehingga konektivitas komoditi dari daerah bisa di akses secepat mungkin," paparnya.
 
Dari segi pelabuhan kata Rivai akan lebih potensial jika didukung dengan akses infrastruktur yang memadai seperti lokasi bongkar muat dan gudang.

"Saat ini, di Sulsel hanya punya satu pelabuhan bongkar muat yaitu pelabuhan Sukarno Hatta, maka dari itu pelabuhan pelabuhan lainnya yang berjumlah 11 ini harus rivitalisasi.

Sementara itu General Manajer Pelindo IV Cabang Makassar Riman S Duyo mengatakan, pihak Pelindo Makassar sudah sangat siap untuk melakukan direct call (ekspor komoditi Sulsel ke negara tujuan).

"Kami dari Pelindo siap akan hal ini tapi kembali lagi kepada pihak eksportir mampu tidak menyiapkan komoditinya, kita sudah kerja sama dengan pihak shipping line dari cina, dengan kemampuan 800 Box," ujarnya.

Sedangkan Ketua HIPMI PT Sulsel Aryanto Albar mengatakan siap memajuka sulsel sebagai poros maritim dengan mendorong para pengusaha kembangkan ekonomi di sektor kelautan.

"Kami dari Hipmi siap berrkontribusi dalam sektor pengembangan UKM hasil laut seperti perikanan dan rumput laut," tuturnya.

Kata Aryanto untuk membangun perekonomian Maritim Sulsel harus ada senergi bersama baik pemerintah perbankan dan pengusaha.

Sunday, 10 April 2016

Infrastruktur Pelabuhan Makassar Perlu Tambahan

MAKASSAR -- General Manajer Pelindo IV Cabang Makassar Riman S Duyo mengatakan, fasilitas/infrastruktur pelabuhan laut yang ada Indonesia termasuk Makassar saat ini masih kurang memadai untuk membantu mewujudkan program poros maritim dunia yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Dari segi infrastruktur Kata Riman pelabuhan Indonesia kalah jauh dari Singapura dan Malaysia, dari survei logistik Bank Dunia, pada tahu 2014 pelabuhan indonesia berada di posisi 53.

"Kita lihat misalnya Singapura, negaranya kecil tidak punya komoditi tapi dia mampu membuat pelabuhan yang begitu besar. 2/3 negara Singapura adalah pelabuhan. Dari segi infrastruktur misalnya Singapura sudah memiliki103 Kren, dibanding indonesia, tidak seberapa. Di Pelabuhan Makassar cuman ada 4 Kren," ungkap Riman, di acara diskusi Ekonomi dengan Tema Meningkatkan Perekonomian Provinsi Sulsel Dari Poros Maritim, Sabtu (9/4/16)

Menurut Riman dari segi infrastruktur pelabuhan di indonesia belum efektif. "Membangun pelabuhan di Indonesia itu susahnya setengah mati, kita liat wacana pembangunan pelabuhan zaman Habibi, mau buat pelabuhan di Batam, yang katanya menyamai pelabuhan Singapura, akhirnya kandas dan nda jadi, zaman Megawati juga demikian. Jadi menurut penilaian saya kita itu memang tidak di inginkan membuat pelabuhan yang besar. Beda dengan singapura mereka itu fokus dan intens membuat pelabuhan," Terangnya.

Menurut Riman kandas nya beberapa pembangunan pelabuhan besar di indonesia akibat dari rumitnya sistem birokrasi dan sulitnya pengurusan perijinan. Seperti misalnya pelabuhan New Port Makassar yang sudah digagas pada tahun 2000 kandas selama 15 akibat sulitnya mengurus izin.

"Sebenarnya Pelindo IV sudah mengkonsep pelabuhan besar di makassar pada tahun 2000 kemarin, tapi begitu sulitnya di birokrasi, perijinan dan lain lain, jadi kita lambat 15 tahun," ucapnya.

Sementara itu Pelopor Pertahanan Maritim Indonesia Rivai Ras mengatakan untuk mewujudkan gagasan poros maritim dunia maka negara harus mengoptimalkan lautnya.  "Negara maritim yaitu negara yang mampu mengoptimalkan sember daya lautnya untuk kepentingan ekonomi," terangnya.

Untuk membangun poros maritim kata Rivai maka salah satunya pemerintah perlu mendorong peningkatan infrastruktur di sektor kepelabuhanan sehingga konektifitas komodi dari daerah ke pelabuhan bisa di akses secepat mungkin.

"Sulsel hanya punya 11 pelabuhan dan yang hanya melakukan aktivitas bongkar muat itu hanya di pelabuhan Sukarno Hatta, untuk itu pelabuhan lainnya harus di revitalisasi," pungkasnya.